Saya dan Dia, diantaranya ada Film

Posted: Thursday, 29 December 2011

Mungkin saat dimana gw punya pacar yang serius adalah saat dimana gw udah berhenti bikin film.
Karena gw bener-bener apatis sama makhluk hidup lain saat gw lagi mikirin film…
--
Tanya sama anak-anak Jamur waktu editing “ADIK”. Tanya sama mereka seberapa bajingannya gw saat lagi ngedit. Tanya sama Jojo seberapa stressnya gw karena cuman dia yang bisa mengkomunikasikan gw dengan manusia.
Terlalu ter-ekspos-nya gw dengan film-film pendek luar biasa dari Aulion, FutureShorts, Tropfest, bikin gw gila. Saat gw bikin film, orientasi gw jauh kesana, dengan sumber daya yang ga sejauh sana. Gw ga punya kamera DSLR, gw ga punya Komputer/Laptop yang memadai buat editing, gw ga punya kemampuan/DILIGENSI yang cukup. Dan hasilnya? Gw cuman berani menyalahkan masalah-masalah di atas.

FYI, gw pernah dipaksa ikut lomba di IDS oleh tim BT Mesis24 buat nilai plus lomba BT-nya. Gw kumpulin film2 bikinan anak 8, dan niat gw adalah menggabungkan film-film itu jadi kombinasi yang bagus. Niat gw, konsep gw, ide gw, menurut gw sendiri keren, mantep. Tapi gw ga ngerti gimana, gw ga pernah bisa ngerealisasiin itu semua. Gw cuman bisa berencana tanpa bisa mewujudkannya.
Film itu hasilnya bener-bener sampah. Gw bahkan ga bisa menyambungkannya dengan rapi. Gw mulai ragu akan jabatan gw.

Ada juga lomba di Binus, Asia Tenggara, dengan anak2 kuliahan, konsep gw waktu itu bener-bener keren. Tapi gw nekat ngerjain mepet deadline, gw bingung editingnya, dan akhirnya gagal, lagi.
Kalo lo udah nonton ADIK, gw  yakin lo ngerasa actingnya keren, sinematografi bagus, tapi ga rapi. Ga ada yang spesial. Yup, gw gagal lagi di editing. Seharian gw abisin di Perpustakaan ngedit, bener-bener stress, bener-bener down, gw ga ngerti lagi harus ngapain. Saat itu gw baru sadar, Hari H pengumpulan film, bahwa laptop gw ga layak buat ngedit video HD .MOV.

Fucked up.

Gw ngedit cuman berdasarkan suara. Yup, suara. Karena gambar di laptop gw nge-lag yang bisa gw pake cuman suaranya. Liat kan di tulisan ini aja gw nyalahin kondisi lagi. Bukannya nyalahin pembagian waktu gw, kemalasan gw buat belajar, kemalasan gw minta tolong orang lain yang lebih jago.
Setelah segala urusan ini selesai gw baru mikir
kenapa dulu waktu ditunjuk sama Ketua gw, gw cuman terima dengan senyum, kenapa gw ga nanya “kenapa gw?”
dan sejak saat itu gw vakum bikin film…

--
Setelah sekitar 10 bulan, gw akhirnya nyusun konsep film lagi, gw ajak anak-anak terbaik bukit duri, gw niat bener-bener niat yang ini HARUS BERHASIL

Dan yap, gw stress lagi, gw kacaukan lagi…

tuhan...

Posted: Tuesday, 29 November 2011
sumpah.
gw lagi takjub-takjubnya sama tuhan
takjub dengan ciptaannya yang begitu indah
ciptaannya yang selama ini ada di sekitar kita
dan mungkin anda

wanita
mungkin tuhan makan waktu paling lama dalam menciptakan mereka.
lebih lama dari membuat inti Big Bang
lebih lama dari membuat Gunung Everest
lebih lama dari membuat Samudra Pasifik
lebih lama dari membuat Indonesia
lebih lama dari membuat Seluruh jagat raya...

dan mungkin, saat tuhan selesai menciptakan Hawa, manusia wanita yang pertama
tuhan terhenyak

tuhan kaget kok bisa dia menciptakan karya seindah itu

dan penciptaan alam semesta terhenti sesaat, untuk mengagumi masterpiece tuhan itu...
menurut alkitab, penciptaan bumi dilakukan dalam 6 hari.
mungkin, tuhan membuat alam dalam 1 hari, lalu wanita dalam 2 hari, 3 hari ia terdiam...
terhenyak
hanya menatapi ciptaannya yang paling indah itu
lupa apalagi yang Ia perlukan

Women! What can you say? Who made 'em? God must be a fucking genius
-Colonel, A Scent of a Woman (1992)
Matanya, Rambutnya, Wajahnya,
jiwanya

Inner Beauty beberapa orang sering menyebut
lemah lembut
peduli
perhatian
penyayang

god! You're awesome!

Mungkin saya menulis ini karena satu/dua wanita*, tapi saya yakin,
semua wanita ciptaan tuhan itu indah
---------
*bukan SNSD dalam kasus ini

when?

Posted: Monday, 31 October 2011
when I'm happy, i feel like
running across the town.

cycling across the forest



When I'm mad, i take off my glasses, and glare at everything appearing in front of me...

Gembel, Pemulung, dan Pemaki

Posted: Tuesday, 25 October 2011
harap maklum jika anda melihat saya berkeliaran dengan tangan menengadah, tangan menghadap langit, membentuk cekungan penampung. karena sesungguhnya saya hanya gembel cinta. Gembel yang MEMINTA, MENANTI sumbangan cinta yang tak lagi mampu saya cari. Sumbangan cinta yang tak lagi saya pedulikan sumbernya.


maafkan saya bila saya memungut barang yang terserak di jalanan, barang yang menurut anda SAMPAH, barang yang bahkan anda tak dapat lihat adanya. Barang yang diberi sang pemberi namun ditolak sang penolak. Saya memungut itu semua, alkisah karena saya hanya pemulung cinta.


normal jika saya memaki maki ruang hampa. memaki maki pada yang tak terlihat. memaki mencaci yang tak berbentuk. menghujat yang tak ada. mencerca yang dipuja. Karena sesungguhnya saya hanya pemaki cinta. pemaki yang tak didukung orang. pemaki yang memaki sekali, didukung sepuluh kali, dibalas seratus kali, disiksa seribu kali.


Sayalah yang berani bicara. bicara mewakili mereka. sayalah pemeran mereka. sayalah wakil mereka. sayalah gembel cinta, pemulung cinta, dan pemaki cinta. 3 karakter yang banyak terdapat di alam. 3 karakter terpuji namun tertindas. 3 karakter baik namun pasif. taklah bisa berbuat banyak. selain meminta, memulung, dan memaki...


Cinta.

[SPOILER] Merantau (2009)

Posted: Wednesday, 12 October 2011

Sumpah cuy, selama ini, film Indonesia yang gw anggep bagus tuh cuman yang bikinan Mira Lesmana -Riri Riza dan Joko Anwar. Ditambah Catatan Akhir Sekolah (walau sutradaranya gw jijik sejak Ayat-ayat Cinta). Selebihnya, biasa, garing, bokep, horror ga jelas.

Dan setelah kemunculan trailer The Raid yang membuat gw takjub (baru trailer loh) gw langsung nyari soal sutradaranya, G.H. Evans. Doi orang bule, tapi bikin film di Indonesia dengan crew orang Indonesia. Film pertamanya yang nongol di bioskop Indonesia adalah “Merantau” (2009). Gw “punya” udah lama, tapi belom pernah gw tonton. Baru hari ini setelah segala kerumitan mid test, gw sempet nonton. Dan gw, seorang amatir pembuatan film, seorang yg sok tahu dalam komentator film, terpesona.

Film ini film laga, “action movie” bahasa inggrisnya (-___-“”)

+++++

Dan sumpah, baru ini film laga Indonesia yang BANYAK BANGET dan LAMA BANGET (which is good) adegan berantemnya! BENER BENER FILM LAGA! Drama-dramaan cuman jadi penyedap, dikit banget. Mengagetkan loh buat Indonesia yang terkenal terkena Sindrom Sinetronisme.

Jalan cerita kayaknya sengaja dibuat kaya game RPG. Ada balapan sama kendaraan, lari-larian sama penjahat, scene yang kaya “game lantai”, dan bos yang ngalahinnya berkali-kali fight round. Bos-bos kampret yang darahnya udah abis tapi kaga mati, harus kita lawan lagi… Adegan berantem kalo pas dikeroyok beberapa part sempet diserbu barengan 2-3 musuh, kaga ganti-gantian kaya film laga biasa. Gaya berantem sepertinya berusaha dimiripin sama Jackie Chan di beberapa adegan. Dibuat lawak dan konyol. Oh iya film ini juga berani nunjukin adegan berantem di berbagai tempat. Bukan cuman lapangan terbuka tapi bahkan di jembatan sampai Lift! Yap lift!

Film ini juga berani nyerempet seks, berani nunjukin darah secara vulgar. Literally darah ngocrot! Tapi kalo menurut sudut pandang subjektif gw, karena gw ga suka kekerasan ^*^ menurut gw lebay efek lukanya.

 ---------------------

Ending ga logis. Cuman karena suara kecil si Astri ngomong “TOLONG” tiba2 dapet kekuatan lagi buat nonjok…  And judulnya, intronya, ga konek sama jalan ceritanya. Niat merantau tiba2 nyasar jadi nolongin orang ga dikenal sampe mati… malang nasibmu nak…

--==-=-=-+++-=-=-==--
Kesimpulan? Puas gw. Rating 10/10 dari komentator subjektif sekelas gw. setara sama AADC, setara sama CAS.

Game Lantai: Game yang kita ngelawan musuh, terus naik ke lantai atas, ngelawan musuh lagi, naik lagi.