MATIIN ROKOK YAA :D
Lucu ya. Baru sekali tahun ini gw shalat tarawih, di masjid juga. Dan apa yang gw dapat? This :
Arogansi Sosial
Gw cabut jam 7 dan nyampe sesaat sebelum azan Isya. Yaa gw menjalankan ritual biasa sampe shalat isya selesai. Dan setelahnya, mulai lah terlihat kebodohan para SO-CALLED-UZTAD itu. Abis isya ada doa-doa yang gw ga ngerti artinya, ya gw sebagai amatir amin aja, InsyaAllah ga dijebak sama mereka :)
Setelahnya pada ba’diah, trus doa lagi, dan mulai rentetan tarawih. Tarawihnya 2-2 dan diselingin doa-doa. Pas ke-4 menuju 5 kan sebagian cabut jadi doanya lebih lama, trus kaya gitu sampe 10->11 doanya lebih panjang lagi. Akhirnya witir 2-1, dan diakhiri dengan doa yang lebih panjang lagi….
Sistem baca doa-nya ganti-gantian antara para SO-CALLED-UZTAD di shaf pertama itu. Nah kebetulan gw dapet di shaf pertama, tepat di samping salah satu SO-CALLED-UZTAD. Dia ini kalo pas temennya baca doa suka nambahin dengan suara yang kenceng, dan jawab doanya juga kenceng. Begitu juga dengan yang lain, mereka kaya bukan “berlomba-lomba dalam kebaikan”, tapi malah “berlomba-lomba kencengan siapa” pantes aja kalo zuhur anak kecilnya kaya setan semua teriak amin-nya.
Setiap kali doa, mereka cepet bacanya, afal mati, ber-intonasi, dan, yaa kayak uztad Indonesia pada umumnya deh. Gw jadi kepikiran. Pak Zul tiap kali nyuruh afalan bilangnya “STANDAR UZTAD” lah, kalo uztad-nya kaya gitu? Sama aja “STANDAR SD” dong? Anak SD kan afalannya secepet kilat gitu. Dan anak SD ga peduli artinya, yang penting afal, dinilai, maeeen…. (tidak bermaksud anak SMA yang kaya gini. Gw, dan lo, kalo kaya gini maklum, gurunya ga bener)
Dan semakin dalam lagi, lebih dalam lagi dari sebelumnya, 1000x lebih dalam dari sebelumnya, gw mikir, kalo “STANDAR UZTAD” = “STANDAR SD” maka “STANDAR UZTAD” = ga peduli arti. Iya dong? Mereka yang gw tangkep bacanya cepet banget, kenceng2an suara, dan yang di sebelah gw tuh pas baca doa usrek. Kaya ga menghayati doa-nya. Trus 3 SO-CALLED-UZTAD ngetawain temennya yang SO-CALLED-UZTAD juga waktu dia minta kertas teks arab doa-nya. What the… Uztad ghibah juga ya ternyata… :|
Kayaknya bagi mereka doa itu udah turun menurun dikasih, dengan intonasi begitu, bacaan begitu, jawaban begitu, ga peduli artinya yang penting NIAT. Cekacekaceka…. Sama juga dengan doa abis khotbah kedua shalat jumat. Doanya panjang, tapi setiap shalat itu mulu, dengan intonasi itu mulu, tapi coba gw Tanya ke pembaca pria. Tahukah anda arti doanya? Setelah at least 5 (paling dikit) tahun lo shalat jumat? Saya aja nggak >.>
Arogansi Sosial
Mereka merasa karena mereka Uztad, mereka paling pintar, mereka lebih pintar dari orang lain, mereka paling alim, paling berilmu, ga bakal masuk neraka, dibanding jamaah lain. Dibanding uztad lain pula.
0 comments:
Post a Comment
Monggo komentarnya ^^