All the time I wonder
what could be wrong
what could be the reason
an inexplicable thing
not to be questioned
the wouldn't
the doesn't
the negative
and here I am
wondering
what would be the answer
But do I
really want to know?
Kisah Hidup
Posted:
Friday, 21 February 2014 –
01:17
Semua bermula ketika tiba si buta dari gua hantu
yang memukau seluruh proletar dengan kebenarannya
rakyat takut padanya
takut akan kesaktian si buta
caranya memainkan kapak begitu hebat
membunuh lawan yang bahkan tidak tahu sedang dilawan
dikisahkan tanpa akhir
si buta dari gua hantu masih terus mengelana
yang memukau seluruh proletar dengan kebenarannya
rakyat takut padanya
takut akan kesaktian si buta
caranya memainkan kapak begitu hebat
membunuh lawan yang bahkan tidak tahu sedang dilawan
dikisahkan tanpa akhir
si buta dari gua hantu masih terus mengelana
Betis Gajah Terbang
Posted:
Monday, 17 February 2014 –
00:14
Senyum muka bodoh
Balutan kaum fana
Lengkingan tertindas
palsu
kau mempertanyakan apa yang terjadi
tanpa pernah berpikir apa yang kau sendiri perbuat
kau coba hapus dosa-dosamu
dengan membangun dosaku
psikopat
dulu aku bilang tentang dia
padahal dirimu taklah beda
kejam
dulu kau bilang tentang aku
sebelum kau menjadi
binatang
kau persalahkan
padahal penakanan sudah
dia tak mungkin kutarik
tak mungkin menjadi sumber
koboi
kau tak permasalahkan
lalu tiba
dan hancur
sesal
kau coba hapus
kau coba aku
Balutan kaum fana
Lengkingan tertindas
palsu
kau mempertanyakan apa yang terjadi
tanpa pernah berpikir apa yang kau sendiri perbuat
kau coba hapus dosa-dosamu
dengan membangun dosaku
psikopat
dulu aku bilang tentang dia
padahal dirimu taklah beda
kejam
dulu kau bilang tentang aku
sebelum kau menjadi
binatang
kau persalahkan
padahal penakanan sudah
dia tak mungkin kutarik
tak mungkin menjadi sumber
koboi
kau tak permasalahkan
lalu tiba
dan hancur
sesal
kau coba hapus
kau coba aku
Posted:
Wednesday, 12 February 2014 –
09:00
There's a time when a man needs to fight,
and a time when he needs to accept that his destiny's lost.
The ship has sailed,
and that only a fool will continue,
but the truth is,
I've always been a fool.
Big Fish (2003)
and a time when he needs to accept that his destiny's lost.
The ship has sailed,
and that only a fool will continue,
but the truth is,
I've always been a fool.
Big Fish (2003)
Sumpah sang pemuda pecinta negrinya
Posted:
Monday, 10 February 2014 –
07:32
Terlentang!
Jatuh!
Perih!
Kesal!
Ibu Pertiwi
Engkau pegangan
Dalam perjalanan
Janji pusaka dan Sakti
Tanah tumpa darahku
makmur dan suci
Hancur badan!
Tetap berjalan!
Jiwa besar dan suci!
Membawa Aku Padamu!
Bacharudin Jusuf Habibie
Jatuh!
Perih!
Kesal!
Ibu Pertiwi
Engkau pegangan
Dalam perjalanan
Janji pusaka dan Sakti
Tanah tumpa darahku
makmur dan suci
Hancur badan!
Tetap berjalan!
Jiwa besar dan suci!
Membawa Aku Padamu!
Bacharudin Jusuf Habibie
kekang
Posted:
Tuesday, 21 January 2014 –
01:11
ketika engkau merasa berada di atas awan,
ketika engkau merasa seluruh dunia seakan berada di genggamanmu
ketika engkau merasa terpuaskan,
ada seorang kawan yang menjerit dalam keheningan,
seorang kawan yang memaki pada tembok berduri,
seorang kawan yang terkekang pada ikatan rantai berbeban,
seorang kawan yang menumpu beban yang ia tolak
beban yang dipaksakan dan membuat sang kawan bersumpah untuk tidak lagi,
tidak lagi akan ia mendekat,
mendekat menuju sumber beban,
beban pengekang yang ia tolak namun dipaksakan, ia singkirkan namun dikembalikan,
dengan dalil,
hanya Ia lah yang mampu
dan Kau yang selama ini hanya diam dan bergeming melupakan kawanmu yang bersumpah
ketika engkau merasa seluruh dunia seakan berada di genggamanmu
ketika engkau merasa terpuaskan,
ada seorang kawan yang menjerit dalam keheningan,
seorang kawan yang memaki pada tembok berduri,
seorang kawan yang terkekang pada ikatan rantai berbeban,
seorang kawan yang menumpu beban yang ia tolak
beban yang dipaksakan dan membuat sang kawan bersumpah untuk tidak lagi,
tidak lagi akan ia mendekat,
mendekat menuju sumber beban,
beban pengekang yang ia tolak namun dipaksakan, ia singkirkan namun dikembalikan,
dengan dalil,
hanya Ia lah yang mampu
dan Kau yang selama ini hanya diam dan bergeming melupakan kawanmu yang bersumpah
Izinkan aku
Posted:
Friday, 27 December 2013 –
21:11
Ketika engkau hanya mengamati dari balik tembok kokoh itu,
Melihatnya pada mata orang lain,
mendengarnya dari telinga orang lain,
berbicara padanya melalui mulut orang lain,
bertindak melalui tangan orang lain
Ketika engkau hanya berkoar-koar tanpa aksi,
berencana tanpa eksekusi,
berdoa tanpa berucap
Apakah kau kira kau berhak mengharap lebih dari sekedar sapa ketika temu?
Apakah engkau kira kau bisa mendapat lebih?
Apakah engkau kira tidak akan ada pria yang menyapanya?
Tidak akan ada pria yang menemaninya?
Pria yang bisa membuatnya tertawa?
Menghangatkan sikap dinginnya?
Berada di sisinya ketika ia butuh tempat bersandar?
Melindunginya dari apa yang membuatnya takut?
Membuatnya menangis karena haru?
Pria yang akan berjalan dengan kepala mengadah sembari menggenggam tangannya?
Tangan yang hanya bisa kau lihat dari balik tembok kokoh
Kalau kau berharap pria itu tidak akan ada agar Ia bisa tetap menjadi "milikmu" seorang,
maka izinkan aku menyebutmu gila.
Melihatnya pada mata orang lain,
mendengarnya dari telinga orang lain,
berbicara padanya melalui mulut orang lain,
bertindak melalui tangan orang lain
Ketika engkau hanya berkoar-koar tanpa aksi,
berencana tanpa eksekusi,
berdoa tanpa berucap
Apakah kau kira kau berhak mengharap lebih dari sekedar sapa ketika temu?
Apakah engkau kira kau bisa mendapat lebih?
Apakah engkau kira tidak akan ada pria yang menyapanya?
Tidak akan ada pria yang menemaninya?
Pria yang bisa membuatnya tertawa?
Menghangatkan sikap dinginnya?
Berada di sisinya ketika ia butuh tempat bersandar?
Melindunginya dari apa yang membuatnya takut?
Membuatnya menangis karena haru?
Pria yang akan berjalan dengan kepala mengadah sembari menggenggam tangannya?
Tangan yang hanya bisa kau lihat dari balik tembok kokoh
Kalau kau berharap pria itu tidak akan ada agar Ia bisa tetap menjadi "milikmu" seorang,
maka izinkan aku menyebutmu gila.
Mimpimu
Posted:
Sunday, 22 December 2013 –
16:31
Matamu yang melihatnya
Tidak terlepas darinya
Mata yang takut tak dapat melihatnya lagi
Namun matamu itu hanyalah sendiri
Bibirmu, kakimu, tanganmu,
Seluruh tubuhmu hanya diam,
Diam namun matamu dan doamu untuk dapat bersamanya
Charlie's Last Letter
Posted:
Tuesday, 17 December 2013 –
02:08
I don't know if I will have the time to write anymore letters
Because I might be too busy trying to participate.
So if this does end up being the last letter,
I just want you to know that I was in a bad place before I started high school
And you helped me.
Even if you didn't know what I was talking about
Or know someone who's gone through it.
You made me not feel alone.
Because I know there are people who say all these things don't happen.
And there are people who forget what it's like to be sixteen when they turn seventeen.
And know these will all be stories someday
And our pictures will become old photographs
And we'll all become somebody's mom or dad.
But right now these moments are not stories.
This is happening.
I am here and I am looking at her
And she is so beautiful.
I can see it.
This one moment when you know you're not a sad story,
You are alive.
And you stand up and see the lights on buildings
And everything that makes you wonder,
When you were listening to that song
On that drive with the people you love most in this world.
And in this moment, I swear, we are infinite.
Because I might be too busy trying to participate.
So if this does end up being the last letter,
I just want you to know that I was in a bad place before I started high school
And you helped me.
Even if you didn't know what I was talking about
Or know someone who's gone through it.
You made me not feel alone.
Because I know there are people who say all these things don't happen.
And there are people who forget what it's like to be sixteen when they turn seventeen.
And know these will all be stories someday
And our pictures will become old photographs
And we'll all become somebody's mom or dad.
But right now these moments are not stories.
This is happening.
I am here and I am looking at her
And she is so beautiful.
I can see it.
This one moment when you know you're not a sad story,
You are alive.
And you stand up and see the lights on buildings
And everything that makes you wonder,
When you were listening to that song
On that drive with the people you love most in this world.
And in this moment, I swear, we are infinite.
by Charlie, from the movie The Perks of Being a Wallflower
kataku pada aku sendiri
Posted:
Monday, 16 December 2013 –
00:42
menarik bagiku ketika pada suatu malam hadir sang merpati
membawa pesan tentang engkau
mengabarkan bahwa kau sedang menguntitku
kau yang telah lama kulupakan, kau yang telah lama tak terpikir
kau yang dulu pernah melintas, kau yang dulu kukenang
ya, memang hanya melintas seperti kancil
kancil yang senang mencuri ketimun
tapi kancil harus lekas dikurung
jangan diberi ampun mereka bilang
haruskah engkau kukurung?
kubaca tulisanmu, lukisanmu dalam kata
aku tak paham, aku tak mengerti, tapi aku terpana
aku terus menanti lukisan barumu, setiap hari, setiap jam, setiap waktu
ingin aku memujimu, ingin aku memberimu apresiasi
walauku tahu kau tak butuh
tapi aku takut
aku takut aku akan menakutimu ketika aku bilang,
"aku suka lukisanmu"
anggaplah ini sebagai tiruanku atas lukisanmu
anggaplah ini sebagai salam perkenalan
hingga nanti tiba waktunya, dimana aku bisa melukis ulang lukisanmu
dalam bahasaku sendiri, bahasa gambar yang bergerak
membawa pesan tentang engkau
mengabarkan bahwa kau sedang menguntitku
kau yang telah lama kulupakan, kau yang telah lama tak terpikir
kau yang dulu pernah melintas, kau yang dulu kukenang
ya, memang hanya melintas seperti kancil
kancil yang senang mencuri ketimun
tapi kancil harus lekas dikurung
jangan diberi ampun mereka bilang
haruskah engkau kukurung?
kubaca tulisanmu, lukisanmu dalam kata
aku tak paham, aku tak mengerti, tapi aku terpana
aku terus menanti lukisan barumu, setiap hari, setiap jam, setiap waktu
ingin aku memujimu, ingin aku memberimu apresiasi
walauku tahu kau tak butuh
tapi aku takut
aku takut aku akan menakutimu ketika aku bilang,
"aku suka lukisanmu"
anggaplah ini sebagai tiruanku atas lukisanmu
anggaplah ini sebagai salam perkenalan
hingga nanti tiba waktunya, dimana aku bisa melukis ulang lukisanmu
dalam bahasaku sendiri, bahasa gambar yang bergerak
Invictus (Unconquered)
Posted:
Saturday, 14 December 2013 –
02:06
Out of the night that covers me,
Black as the pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.
In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.
Beyond this place of wrath and tears
Looms but the horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds and shall find me unafraid.
It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,
I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.
by Willian Ernest Henley, featured in the Movie "Invictus"
Black as the pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.
In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.
Beyond this place of wrath and tears
Looms but the horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds and shall find me unafraid.
It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,
I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.
by Willian Ernest Henley, featured in the Movie "Invictus"
Manusia Indonesia
Posted:
Wednesday, 28 November 2012 –
07:25
Begitu banyak orang Indonesai yang menghabiskan waktunya
memuja muja bangsa lain. Begitu banyak orang yang sepanjang hidupnya berkiblat
pada bangsa lain. 2 kiblat utama yang dipakai Manusia Indonesia adalah Jepang,
dan Amerika Serikat.
“Kalo di Jepang itu rapih! Orang-orangnya disiplin! Waktu sangat dihargai! Ga ada tuh yang namanya telat!”
Sejujurnya kawan, biarpun dibiayai untuk hidup disana, saya
tidak berkenan. Kenapa? Orang Jepang tidak punya moral seindah orang Indonesia.
Salah satu tag favorit di situs porno adalah “Japanese”. Pornografi bukan aib
disana. Membeli komik hentai semudah membeli rokok di Indonesia. Membeli
majalah dewasa tinggal ambil di mini market 24 jam. Sex toy teraneh yang pernah
anda bayangkan ada disana. Fetishme teraneh yang tidak terpikirkan dilayani
disana. Pernah sewaktu di dalam bus di jalanan Tokyo saya melihat seorang supir
taksi, di dalam taksinya masturbasi seakan-akan itu kamar rumahnya. Tidak,
seberapapun saya menikmati pornografi jepang, saya tidak mau hidup di
masyarakat yang menerima pornografi secara terbuka.
Orang Jepang punya Yakuza dkk. Premanisme dan Mafia di
Jepang merupakan salah satu yang paling ditakuti di dunia. Hampir setiap orang
terlibat mafia disana, bahkan Perdana Menteri Jepang pun baru baru ini
dikabarkan pernah terlibat Mafia.
Tempat sampah sangat sulit dicari disana. Tidak semua daerah
Jepang disiplin. Di Tokyo, pengguna eskalator berbaris di sebelah kiri untuk
memberi jalan bagi yang terburu-buru di sebelah kanan. Di Kobe, mereka berbaris
di kanan. Namun di Sendai, sama saja seperti Indonesia. Kiri kanan tidak ada
bedanya.
Anda bilang orang jepang disiplin. Coba lihat di youtube
video kereta jepang saat jam berangkat kerja. Mereka berdesakkan masuk kedalam,
biarpun sudah penuh sekalipun. Dan bahkan petugas keretanya pun turut membantu
mendorong mereka ke dalam. Bagaikan mendorong kornet kedalam kaleng. Apakah
anda yakin faktor safety terjaga di kondisi itu?
“Kalo di Amerika hidup tuh enak! Siapapun bisa jadi kaya! Hak hak manusia dihargai! Birokrasinya ga ribet!”
Meskipun tidak sebebas Amerika Serikat, pornografi Amerika
tak kalah hebatnya. Hampir setiap film dan series Hollywood punya adegan seks. Rasisme
dan diskriminasi begitu mendarah daging disana. Pernahkah anda menonton “My name
is khan”? Anda ingat seberapa besarnya penderitaan Shakhrukh Khan disana
sewaktu 9/11 baru terjadi? Benar bahwa siapapun bisa jadi kaya disana, tapi
selalu harus ada yang jatuh saat anda kaya. Sistem ekonomi disana menghalalkan
segala cara untuk meraup kekayaan terbesar sehingga persaingan yang ditimbulkan
sangatlah tidak sehat.
Perjudian begitu menjamur di Amerika sampai sampai ada satu
kota yang dibangun menjadi pusat perjudian, Las Vegas. Begitu banyak keluarga
yang bangkrut karena salah seorang ketagihan judi. Minuman beralkohol juga
sudah menjadi air putih bagi sebagian besar orang disana. Keagamaan tidak
diperdulikan di Amerika sana. Setiap orang bisa membuat agama sendiri dan
bahkan agama dijadikan sebuah cara untuk meraup kekayaan bagi pendirinya.
--
Seorang teman pernah mempublish tentang temannya yang tidak
mengalami ospek sama sekali di Jepang. Tentang Ospek di Indonesia membuat
didikan orang tuanya soal bersosialisasi hancur. Maaf kawan, tapi menurut saya,
itu kegagalan anda dalam menerima materi. Tugas ospek membuat sebuah kelompok
lebih mengenal satu sama lain, lebih akrab satu sama lain, dan siap menghadapi
apa yang diperlukan kelompok itu. Namun ada juga yang memberikan tugas tak
berguna dan tak beresensi. Ospeknya sendiri sering disalahgunakan. Mayoritas
hanya menggunakan bentakan tanpa esensi. Sebagian kecil menggunakan bentakan
beresensi. Di A pembentakan dilakukan tanpa esensi, namun di B saat saya salah
saya dikritik, saat saya benar saya dipuji.
Saya yakin, sesungguhnya di Jepang dan Amerika Serikat ada
juga Ospek. Namun teman dari teman saya tidak mengalaminya karena dia berada di
kelas Internasional. Kalau dia sekolah di sekolah lokal dan aktif disana, diapun
akan mengalami apa yang kita rasakan di Indonesia.
Anda lahir di Indonesia, anda besar di Indonesia, anda hidup mengandalkan sumber daya Indonesia, orang tua anda bernafkah dari uang Indonesia. Silahkan kritik negri ini, tapi jangan lupakan negri ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)