Puncak Samurai

Posted: Saturday, 20 June 2015
All the time I wonder
what could be wrong
what could be the reason

an inexplicable thing
not to be questioned

the wouldn't
the doesn't
the negative

and here I am
wondering
what would be the answer

But do I
really want to know?

Kisah Hidup

Posted: Friday, 21 February 2014
Semua bermula ketika tiba si buta dari gua hantu
yang memukau seluruh proletar dengan kebenarannya

rakyat takut padanya
takut akan kesaktian si buta
caranya memainkan kapak begitu hebat
membunuh lawan yang bahkan tidak tahu sedang dilawan

dikisahkan tanpa akhir
si buta dari gua hantu masih terus mengelana

Betis Gajah Terbang

Posted: Monday, 17 February 2014
Senyum muka bodoh
Balutan kaum fana
Lengkingan tertindas

palsu

kau mempertanyakan apa yang terjadi
tanpa pernah berpikir apa yang kau sendiri perbuat
kau coba hapus dosa-dosamu
dengan membangun dosaku

psikopat

dulu aku bilang tentang dia
padahal dirimu taklah beda

kejam

dulu kau bilang tentang aku
sebelum kau menjadi

binatang

kau persalahkan
padahal penakanan sudah
dia tak mungkin kutarik
tak mungkin menjadi sumber

koboi

kau tak permasalahkan
lalu tiba
dan hancur

sesal

kau coba hapus
kau coba aku


Posted: Wednesday, 12 February 2014
There's a time when a man needs to fight,
and a time when he needs to accept that his destiny's lost.
The ship has sailed,
and that only a fool will continue,

but the truth is,
I've always been a fool.

Big Fish (2003)

Sumpah sang pemuda pecinta negrinya

Posted: Monday, 10 February 2014
Terlentang!
Jatuh!
Perih!
Kesal!

Ibu Pertiwi
Engkau pegangan
Dalam perjalanan
Janji pusaka dan Sakti
Tanah tumpa darahku
makmur dan suci

Hancur badan!
Tetap berjalan!
Jiwa besar dan suci!
Membawa Aku Padamu!

Bacharudin Jusuf Habibie

kekang

Posted: Tuesday, 21 January 2014
ketika engkau merasa berada di atas awan,
ketika engkau merasa seluruh dunia seakan berada di genggamanmu
ketika engkau merasa terpuaskan,

ada seorang kawan yang menjerit dalam keheningan,
seorang kawan yang memaki pada tembok berduri,
seorang kawan yang terkekang pada ikatan rantai berbeban,
seorang kawan yang menumpu beban yang ia tolak

beban yang dipaksakan dan membuat sang kawan bersumpah untuk tidak lagi,
tidak lagi akan ia mendekat,
mendekat menuju sumber beban,
beban pengekang yang ia tolak namun dipaksakan, ia singkirkan namun dikembalikan,
dengan dalil,

hanya Ia lah yang mampu

dan Kau yang selama ini hanya diam dan bergeming melupakan kawanmu yang bersumpah

Izinkan aku

Posted: Friday, 27 December 2013
Ketika engkau hanya mengamati dari balik tembok kokoh itu,

Melihatnya pada mata orang lain,
mendengarnya dari telinga orang lain,
berbicara padanya melalui mulut orang lain,
bertindak melalui tangan orang lain

Ketika engkau hanya berkoar-koar tanpa aksi,
berencana tanpa eksekusi,
berdoa tanpa berucap

Apakah kau kira kau berhak mengharap lebih dari sekedar sapa ketika temu?
Apakah engkau kira kau bisa mendapat lebih?
Apakah engkau kira tidak akan ada pria yang menyapanya?
Tidak akan ada pria yang menemaninya?

Pria yang bisa membuatnya tertawa?
Menghangatkan sikap dinginnya?
Berada di sisinya ketika ia butuh tempat bersandar?
Melindunginya dari apa yang membuatnya takut?
Membuatnya menangis karena haru?
Pria yang akan berjalan dengan kepala mengadah sembari menggenggam tangannya?
Tangan yang hanya bisa kau lihat dari balik tembok kokoh

Kalau kau berharap pria itu tidak akan ada agar Ia bisa tetap menjadi "milikmu" seorang, 
maka izinkan aku menyebutmu gila.

Mimpimu

Posted: Sunday, 22 December 2013
Matamu yang melihatnya
Tidak terlepas darinya
Mata yang takut tak dapat melihatnya lagi
Namun matamu itu hanyalah sendiri
Bibirmu, kakimu, tanganmu,
Seluruh tubuhmu hanya diam,
Diam namun matamu dan doamu untuk dapat bersamanya

Charlie's Last Letter

Posted: Tuesday, 17 December 2013
I don't know if I will have the time to write anymore letters
Because I might be too busy trying to participate.
So if this does end up being the last letter,
I just want you to know that I was in a bad place before I started high school
And you helped me.

Even if you didn't know what I was talking about
Or know someone who's gone through it.
You made me not feel alone.

Because I know there are people who say all these things don't happen.
And there are people who forget what it's like to be sixteen when they turn seventeen.
And know these will all be stories someday
And our pictures will become old photographs
And we'll all become somebody's mom or dad.
But right now these moments are not stories.

This is happening.
I am here and I am looking at her
And she is so beautiful.
I can see it.
This one moment when you know you're not a sad story,
You are alive.
And you stand up and see the lights on buildings
And everything that makes you wonder,
When you were listening to that song
On that drive with the people you love most in this world.

And in this moment, I swear, we are infinite.

by Charlie, from the movie The Perks of Being a Wallflower

kataku pada aku sendiri

Posted: Monday, 16 December 2013
menarik bagiku ketika pada suatu malam hadir sang merpati
membawa pesan tentang engkau
mengabarkan bahwa kau sedang menguntitku

kau yang telah lama kulupakan, kau yang telah lama tak terpikir
kau yang dulu pernah melintas, kau yang dulu kukenang

ya, memang hanya melintas seperti kancil
kancil yang senang mencuri ketimun
tapi kancil harus lekas dikurung
jangan diberi ampun mereka bilang
haruskah engkau kukurung?

kubaca tulisanmu, lukisanmu dalam kata
aku tak paham, aku tak mengerti, tapi aku terpana
aku terus menanti lukisan barumu, setiap hari, setiap jam, setiap waktu

ingin aku memujimu, ingin aku memberimu apresiasi
walauku tahu kau tak butuh
tapi aku takut
aku takut aku akan menakutimu ketika aku bilang,
"aku suka lukisanmu"

anggaplah ini sebagai tiruanku atas lukisanmu
anggaplah ini sebagai salam perkenalan
hingga nanti tiba waktunya, dimana aku bisa melukis ulang lukisanmu
dalam bahasaku sendiri, bahasa gambar yang bergerak

Invictus (Unconquered)

Posted: Saturday, 14 December 2013
Out of the night that covers me,
Black as the pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.

In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.

Beyond this place of wrath and tears
Looms but the horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds and shall find me unafraid.

It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,
I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.

by Willian Ernest Henley, featured in the Movie "Invictus"

Manusia Indonesia

Posted: Wednesday, 28 November 2012

Begitu banyak orang Indonesai yang menghabiskan waktunya memuja muja bangsa lain. Begitu banyak orang yang sepanjang hidupnya berkiblat pada bangsa lain. 2 kiblat utama yang dipakai Manusia Indonesia adalah Jepang, dan Amerika Serikat.

“Kalo di Jepang itu rapih! Orang-orangnya disiplin! Waktu sangat dihargai! Ga ada tuh yang namanya telat!”
Sejujurnya kawan, biarpun dibiayai untuk hidup disana, saya tidak berkenan. Kenapa? Orang Jepang tidak punya moral seindah orang Indonesia. Salah satu tag favorit di situs porno adalah “Japanese”. Pornografi bukan aib disana. Membeli komik hentai semudah membeli rokok di Indonesia. Membeli majalah dewasa tinggal ambil di mini market 24 jam. Sex toy teraneh yang pernah anda bayangkan ada disana. Fetishme teraneh yang tidak terpikirkan dilayani disana. Pernah sewaktu di dalam bus di jalanan Tokyo saya melihat seorang supir taksi, di dalam taksinya masturbasi seakan-akan itu kamar rumahnya. Tidak, seberapapun saya menikmati pornografi jepang, saya tidak mau hidup di masyarakat yang menerima pornografi secara terbuka.

Orang Jepang punya Yakuza dkk. Premanisme dan Mafia di Jepang merupakan salah satu yang paling ditakuti di dunia. Hampir setiap orang terlibat mafia disana, bahkan Perdana Menteri Jepang pun baru baru ini dikabarkan pernah terlibat Mafia.

Tempat sampah sangat sulit dicari disana. Tidak semua daerah Jepang disiplin. Di Tokyo, pengguna eskalator berbaris di sebelah kiri untuk memberi jalan bagi yang terburu-buru di sebelah kanan. Di Kobe, mereka berbaris di kanan. Namun di Sendai, sama saja seperti Indonesia. Kiri kanan tidak ada bedanya.

Anda bilang orang jepang disiplin. Coba lihat di youtube video kereta jepang saat jam berangkat kerja. Mereka berdesakkan masuk kedalam, biarpun sudah penuh sekalipun. Dan bahkan petugas keretanya pun turut membantu mendorong mereka ke dalam. Bagaikan mendorong kornet kedalam kaleng. Apakah anda yakin faktor safety terjaga di kondisi itu?

“Kalo di Amerika hidup tuh enak! Siapapun bisa jadi kaya! Hak hak manusia dihargai! Birokrasinya ga ribet!”
Meskipun tidak sebebas Amerika Serikat, pornografi Amerika tak kalah hebatnya. Hampir setiap film dan series Hollywood punya adegan seks. Rasisme dan diskriminasi begitu mendarah daging disana. Pernahkah anda menonton “My name is khan”? Anda ingat seberapa besarnya penderitaan Shakhrukh Khan disana sewaktu 9/11 baru terjadi? Benar bahwa siapapun bisa jadi kaya disana, tapi selalu harus ada yang jatuh saat anda kaya. Sistem ekonomi disana menghalalkan segala cara untuk meraup kekayaan terbesar sehingga persaingan yang ditimbulkan sangatlah tidak sehat.

Perjudian begitu menjamur di Amerika sampai sampai ada satu kota yang dibangun menjadi pusat perjudian, Las Vegas. Begitu banyak keluarga yang bangkrut karena salah seorang ketagihan judi. Minuman beralkohol juga sudah menjadi air putih bagi sebagian besar orang disana. Keagamaan tidak diperdulikan di Amerika sana. Setiap orang bisa membuat agama sendiri dan bahkan agama dijadikan sebuah cara untuk meraup kekayaan bagi pendirinya.

--

Seorang teman pernah mempublish tentang temannya yang tidak mengalami ospek sama sekali di Jepang. Tentang Ospek di Indonesia membuat didikan orang tuanya soal bersosialisasi hancur. Maaf kawan, tapi menurut saya, itu kegagalan anda dalam menerima materi. Tugas ospek membuat sebuah kelompok lebih mengenal satu sama lain, lebih akrab satu sama lain, dan siap menghadapi apa yang diperlukan kelompok itu. Namun ada juga yang memberikan tugas tak berguna dan tak beresensi. Ospeknya sendiri sering disalahgunakan. Mayoritas hanya menggunakan bentakan tanpa esensi. Sebagian kecil menggunakan bentakan beresensi. Di A pembentakan dilakukan tanpa esensi, namun di B saat saya salah saya dikritik, saat saya benar saya dipuji.

Saya yakin, sesungguhnya di Jepang dan Amerika Serikat ada juga Ospek. Namun teman dari teman saya tidak mengalaminya karena dia berada di kelas Internasional. Kalau dia sekolah di sekolah lokal dan aktif disana, diapun akan mengalami apa yang kita rasakan di Indonesia.

Anda lahir di Indonesia, anda besar di Indonesia, anda hidup mengandalkan sumber daya Indonesia, orang tua anda bernafkah dari uang Indonesia. Silahkan kritik negri ini, tapi jangan lupakan negri ini.